Percaya diri adalah pondasi penting bagi perkembangan anak. Anak yang percaya diri akan lebih berani mencoba hal baru, mampu mengambil keputusan, dan memiliki ketangguhan mental dalam menghadapi tantangan. Menariknya, salah satu sosok yang memegang peran paling besar dalam pembentukan rasa percaya diri anak adalah ibu.

Kedekatan emosional, cara berkomunikasi, serta pola asuh yang diberikan ibu sejak anak masih kecil berkontribusi besar dalam membentuk konsep diri mereka. Lalu, bagaimana cara seorang ibu dapat membantu membangun kepercayaan diri anak?

1. Berikan Dukungan Tanpa Syarat

Anak membutuhkan tempat paling aman untuk pulang, dan ibu adalah sosok tersebut. Ketika ibu memberikan kasih sayang tanpa syarat—baik ketika anak berhasil maupun ketika ia gagal—anak akan merasa diterima. Rasa diterima inilah yang membuat mereka percaya bahwa mereka berharga.

Cara sederhana yang bisa dilakukan:

  • Memeluk anak ketika ia sedih

  • Mengatakan “Mama bangga sama kamu, bukan karena hasilnya, tapi karena kamu sudah berusaha.”

2. Hargai Proses, Bukan Hanya Hasil

Anak bisa kehilangan rasa percaya diri jika hanya hasil akhirnya yang dihargai. Sebaliknya, ketika ibu menyoroti usaha dan proses belajar, anak merasa dihargai atas kerja kerasnya, bukan atas kesempurnaan.

Contoh:

Alih-alih berkata:

“Kamu harus dapat nilai 100 ya!”

Cobalah:

“Belajarnya sudah bagus, yuk mama temani lagi biar makin paham.”

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.